| irv27.blogspot.com | be open mind be open soul :>


Google
 
Name: irv27
Location: Jakarta, Indonesia
kalender

Previous Posts
  • Java dan JSP (Java Server Pages) Bagian 1
  • Sistem Informasi Manajemen
  • Web E-Commerce Instan, Free Domain Hosting
  • Mendeteksi Traceroute dan Ping
  • PHP, Apache and MySQL
  • Pengenalan Konsep XML Web Services
  • TIPS DAN TRIK DALAM MENDISAIN WEB
  • File file inisialisasi sistem
  • konfigurasi "autoexec.bat"
  • workshop UML
  •  
    archives
  • 01/17/06
  • 02/24/06
  • 03/17/06
  • 05/10/06
  • 06/05/06
  • 07/08/06
  • 09/20/06
  • 11/28/06
  • 12/14/06
  • 12/31/06
  • 04/13/07
  • 07/31/07
  • 08/08/07

  • Powered by Blogger

    Free Banner
    Miliki Mobilnya. Dapatkan OpenOffice.org
    Keep the Car. Get OpenOffice.org
     

    Wednesday, August 08, 2007

    Java dan JSP (Java Server Pages) Bagian 1

    Mengenal Java dan JSP


    Teknologi dan Arsitektur Pemrograman Java


    Java awalnya bernama Oak, yakni bagian dari projek Green yang dikembangkan khusus oleh Sun Microsystem untuk memprogram alat-alat elektronik rumah tangga semacam televise. Namun pada perkembangannya, bahasa Oak ini menjadi bahasa yang bisa digunakan untuk pemrograman secara umum dan dikenal menjadi bahasa yang bisa digunakan untuk pemrograman secara umum dan dikenal menjadi bahasa Java saat ini.
    Sejak rilis pertamanya, Java melakukan hal yang sama, yakni compiler Java akan mengkompilasi kode program Java menjadi Java bytecode yang merupakan instruksi mesin yang dikenali oleh JVM (Java Virtual Mechine) yang kemudian akan dieksekusi sesuai platform bersangkutan oleh JVM ini. JVM dalam hal ini posisinya sejajar dengan interpreter. Kode Java yang merupakan hasil kompilasi kompiler Java (Java bytecode), senantiasa mengikuti spesifikasi dan semantik yang didefinisikan dalam JLS (Java Language Specificatio).
    Dengan semboyan “write once run everywhere”, portabilitas dan stabilitas Java merupakan salah satu kekuatan yang dimiliki oleh Java, yang memungkinkan Java dijalankan pada system operasi apapun tanpa perlu melakukan kompilasi ulang program Java yang dibuat.


    JAVA 2


    Setelah sukses dengan Java 1 pada perkembangan selanjutnya Sun Microsystem memperkenalkan Java versi 1.2 atau lebih dikenal dengan Java 2 yang terdiri atas JDK dan JRE versi 1.2. Aplikasi-aplikasi Java yang kompetibel dengan Java 2 ini dikenal dengan Java 2 Compliant. Pada Java 2 saat ini, Java dibagi menjadi menjadi tiga kategori, yaitu:


    Java 2 Enterprise Edition (J2EE)


    Digunakan untuk menjalankan dan mengembangkan aplikasi-aplikasi Java pada lingkungan enterprise, dengan tambahan fungsionalitas Java semacam EJB (Enterprise Java Bean), Java CORBA, Java XML (Extensible Markup Language), Servlet dan JSP (Java Server Pages).


    Java 2 Standard Edition (J2SE)


    Digunakan untuk menjalankan dan mengembangkan aplikasi-aplikasi Java pada level PC (Personal Computer) dengan tetap mempertahankan fungsionalitas-fungsionalitas Java seperti pada J2EE, dan hanya menghilangkan fungsi-fungsi pengerjaan tingkat tingginya saja.
    Aplikasi JSP (Java Server Pages) yang akan dibahas pada pelatihan ini menggunakan J2SE, JDK versi 1.4.
    Java 2 Micro Edition (J2ME)
    Digunakan untuk menjalankan dan mengembangkan aplikasi-aplikasi Java pada handheld devices atau

    perangkat-perangkat semacam handphone, Palm, PDA dan Pocket PC.


    JAVA SERVER PAGES (JSP)


    Java Server Pages adalah suatu teknologi web programming berbasis bahasa pemrograman java yang bersifat server side sama halnya dengan PHP dan ASP. Jsp dapat merupakan gabungan dari baris HTML dan fungsi - fungsi jsp itu sendiri. JSP merupakan komponen web dari aplikasi J2EE (Java 2 Enterprise Edition), yakni platform java untuk pengembangan aplikasi enterprise dengan dukungan API (Application Program Interface). Awalnya JSP adalah sebuah pengembangan dari servlet yang merupakan program java yang berjalan di server. Seperti halnya bahasa skrip - skrip server side lainnya maka JSP juga memerlukan sebuah web server yaitu Apache Tomcat.
    Server side adalah aplikasi yang sampai ke user bersifat on the fly. Kode –kode yang terkirim hanya berupa HTML yang berisi data – data matang yang telah diolah oleh script yang ada di sisi server. Keunggulannya adalah dalam sisi keamanan karena user tidak mampu mengubah kode – kode asli aplikasi.
    Instalasi JSP
    Program yang dibutuhkan untuk menjalankan program-program JSP (Java Server Pages) antara lain adalah
    •Java 2 SE (Standard Edition), SDK (Software Development Kit ) versi 1.3 atau diatasnya. Untuk pengembangan secara besar disarankan untuk menggunakan J2EE.
    •Apache Jakarta – Tomcat
    •Aplikasi Internet Browser, untuk menjalankan program-program JSP seperti Internet Explorer, Netscape, Mozilla atau yang lainnya. Modul tidak membahas tahap instalasi Internet Browser karena dianggap telah ada pada setiap system operasi (Linux, Windows, Mac dll.).
    INSTALASI JAVA 2 STANDARD EDITION, SDK 1.4 (J2SE,SDK 1.4)
    Proses Instalasi J2SDK pada system operasi Windows :
    1. Klik file j2sdk-1_4_1-windows-i586.exe (file instalasi J2SDK untuk windows).
    2. Selanjutnya anda akan melihat tampilan proses ekstraksi file dan tampilan selamat datang. Klik Next untuk melanjutkan.
    3. Berikutnya akan muncul tampilan Licence Agreement. Klik Yes untuk menyetujui dan melanjutkan instalasi.
    4. Proses instalasi kemudian menanyakan path target dari file yang akan diinstal. Klik tombol Browse, lalu tentukan folder instalasi yaitu c:j2sdk1.4.1. Klik Next untuk melanjutkan.
    5. Tentukan komponen yang akan diinstal. Klik Next untuk melanjutkan.
    6. Tentukan browser apa di computer anda yang akan diinstal Java Plug In. Apabila pada computer terdapat browser Internet Explorer maka klik pada kotak pilihan cek yang ada. Klik Next untuk melanjutkan.
    7. Setelah itu program instalasi akan mulai mengkopi dan menginstall file-file yang diperlukan. Tunggu beberapa saat hingga instalasi berakhir dan Klik Finish untuk melengkapi dan mengakhiri instalasi.
    Setelah instalasi sukses dilakukan, maka dilakukan setting path dan classpath. Untuk Windows 98, tambahkan baris berikut pada file autoexec.bat.
    SET PATH=C:nama_folder_instalasibin; %PATH%
    Untuk Windows 2000 / XP, lakukan langkah berikut ini :
    1. Masuk ke Control Panel, klik pada System.
    2. Pilih tab Advanced.
    3. Klik tombol Environment Variable pada bagian bawah kotak dialog.
    4. Kemudian klik tombol Edit dan tambahkan path pada variable PATH yang sudah ada.
    INSTALASI APACHE TOMCAT
    Terdapat beberapa model instalasi Apache Tomcat, hal ini tergantung dari jenis installer yang digunakan. Berikut merupakan salah satu model instalasi Apache Tomcat
    • Ekstrak file Jakarta-tomcat lalu di paste di direktori c:tomcat
    • Mengganti port 8080 menjadi 80. Ubah file c:/tomcat/conf/server.xml

    irvan)




    Tuesday, July 31, 2007

    Sistem Informasi Manajemen

    Jarak dan dinding politik yang membatasi akses seseorang kepada orang di negara atau benua lain seakan tidak ada lagi. Komunikasi antar mereka ibarat hanya sejauh tombol mouse. Planet bumi ini semakin hidup, seakan tidak mengenal waktu tidur. Selama 24 jam sehari perkantoran, perdagangan, komunikasi dan kegiatan lainnya, dapat dilakukan melalui Intenet.
    Sistem Informasi dapat didefinisikan sebagai kumpulan elemen yang saling berinteraksi secara sistematis dan teratur untuk mengintegrasi data, memproses dan menyimpan, serta mendistribusikan informasi yang membentuk aliran informasi yang mendukung pembuatan keputusan dan melakukan kontrol (monitoring).
    Berikut ini tahapan perkembangan tersebut:
    Sistem Informasi Manajemen Tradisional
    SIM dioperasikan dan dikelola semi-manual. Dalam hal ini sering kali pengambil keputusan menetapkan kebijakan (keputusan) hanya berdasarkan data asumsi atau perkiraan, sementara data asli sedang diproses. Dan keakuratan informasi yang dihasilkan juga masih diragukan yang dapat berakibat buruk terhadap perkembangan kelembagaan.
    Sistem Informasi Manajemen Berbasis Komputer Personal
    Pada tahap perkembangan ini penggunaan teknologi komputer telah dapat digunakan untuk mendukung penciptaan SIM. Keuntungan utamanya adalah waktu untuk menghasilkan informasi lebih singkat dengan dukungan komputer yang memiliki kemampuan proses yang sangat cepat untuk menghasilkan informasi dengan tingkat akurasi yang tinggi, disamping birokrasi dapat dikurangi.
    Sistem Informasi Manajemen Berbasis Jaringan Perkantoran
    Melalui jaringan perkantoran ini, kelembagaan telah dapat meningkatkan aliran informasi melalui kecepatan dalam layanan dan biaya untuk penyusunan laporan dapat dipangkas, mengingat laporan dapat diperoleh secara on-line.
    Interplatform Information Systems
    Hasil eksplorasi teknologi Internet telah menghasilkan suatu model Interplatform Information Systems yang mendukung bisnis baru yang dikenal dengan e-Business (kegiatan bisnis melalui Internet). Interplatform Information Systems ini akan menjadi model system informasi ideal, karena melalui sistem perusahaan dapat dengan mudah mengintegrasi aliran informasi transdepartemental-regional-nasional dan enterprise. (irvan)

    Friday, April 13, 2007

    Web E-Commerce Instan, Free Domain Hosting

    JogjaCamp kini menghadirkan produk baru yaitu jCommerce Standart yang merupakan perpaduan antara desain, fungsionalitas, dan fleksibilitas. jCommerce Standart adalah patner bisnis online anda dan merupakan website e-commerce instan, Anda tinggal menggunakan saja. jCommerce menyediakan fitur standart e-commerce, seperti shoping chart. Cukup dengan Rp 790 ribu, Anda bisa memiliki website e-commerce hanya dalam waktu beberapa menit saja.

    jCommerce Standart menyediakan berbagai tampilan yang sesuai dengan kepribadian perusahaan Anda. Content Management System didalamnya memungkinkan Anda untuk mengatur content website dengan sangat fleksibel dan mudah, bahkan orang awam komputerpun akan dapat mengupdate content website Anda.

    Tak perlu tunggu 1 bulan untuk mempunyai website, dengan jCommerce Standart Anda dapatkan saat ini juga. Bagi Anda yang ingin mempunyai toko online, jProfile Silver merupakan solusi cepat, tepat dan tentu saja terjangkau untuk memiliki Web e-Commerce.

    Cukup dengan Rp 790.000,- Anda sudah mendapatkan jCommerce Standartr termasuk didalamnya:
    * Bonus domain .com/.net/.org/.info *
    * Bonus hosting 50 Mb *
    * Free Instalasi **
    * Garansi
    * Technical Support 24/7 (telepon/email/chatting)
    * Unlimited Webmail apapun@namaperusahaananda.com **

    jCommerce mempunyai fiture-fiture handal dan lengkap, meliputi:
    # Seluruh module dapat diupdate content nya dengan melalui Content Management Systems
    # WYSIWYG HTML Editor untuk memudahkan Anda dalam mengubah content, seperti menggunakan Microsoft Word.
    # Upload gambar dengan mudah
    # Multi administrator, dan bisa dibagi dalam beberapa tingkatan hak administrator.
    # Page Generator, untuk membuat halaman web dengan mudah.
    # Theme Manager, untuk mengubah theme/template dengan mudah.
    # Disediakan berbagai pilihan theme/template, Anda tinggal memilih sesuai dengan kepribadian perusahaan Anda.
    # dan masih banyak lagi.
    Kunjungi http://jogjacamp.com untuk keterangan lebih lengkapnya.

    JogjaCamp
    "Key For Digital Business"
    Jl Perintis Kemerdekaan 33
    Jogjakarta, 55161
    http://jogjacamp.com
    0274-7498551
    0274-385603
    sms: 0818 0278 6575

    (nug)

    Sunday, December 31, 2006

    Mendeteksi Traceroute dan Ping

    Saat ini tidak hanya server komersial dengan bandwith yang besar, namun user dengan koneksi dial up telah menjadi sasaran penyerangan cracker's. Sebagai contoh winnuke.c program yang telah banyak digunakan untuk menyerang komputer dengan sistem operasi windows.

    Kebanyakan distribusi Linux telah membuat telnet/ftp/dll server melakukan logging setiap koneksi, dengan begini mudah bagi kita untuk meletakkan host yang melakukan penyerangan ke /etc/host.deny. Namun masih ada dua hal yang hilang, dan akan penulis jelaskan disini secara mendetail.

    1. Medeteksi traceroutes
    Traceroute merupakan tool yang sangat berguna, dan biasa digunakan untuk mendeteksi dimana keberadaan suatu komputer dan di network mana dia terhubung.Karena suatu alasan anda tidak *bisa* dengan mudah membuat seseorang melakukan traceroute ke komputer anda, jadi hal terbaik yang dapat kita lakukan adalah mendeteksi siapa yang melakukan traceroute, dan buat dia sedikit bingung.

    1.1 Bagaimana traceroute bekerja ?
    Secara mudah treaceroute akan mengirim packet IP/UDP ke host tujuan. Untuk mengetahui lewat mana packet dikirimkan tarceroute menggunakan field TTL (time to live) pada header IP. TTL ini menunjukan batas berapa router yang dapat dilewati oleh sebuah paket. Setiap router akan mengurangi dengan satu TTL pada sebuah paket yang datang padanya, dan bila menjadi 0 maka router akan mengirim ICMP TIME_EXCEED ke pemilik paket (host yang melakukan traceroute).

    Jadi traceroute bekerja dengan mengirimkan paket ke host tujuan dengan TTL yang bertambah dengan satu (dimulai dengan 1). Jika host mengirim balik ICMP TIME_EXCEED traceroute akan memberitahukan ke user alamat dari pengirim ICMP tersebut dan jeda waktu dari saat pengiriman IP/UDP paket sampai diterimanya paket ICMP TIME_EXCEED. Setelah ini traceroute kan mengirimkan lagi ke host tujuan dengan TTL += 1 (TTL sekarang lebih besar 1 dari sebelumnya).

    Traceroute kan terus melakukan hal seperti diatas sampai diterima ICMP PORT_UNREACHABLE dari host tujuan atau maksimum hop telah tercapai (default 30).

    Untuk mengetahui bagaimana treaceroute telah sampai ke host tujuan dan tidak lagi mengirimkan paket, traceroute menggunakan protokol UDP. Paket UDP ini ditujukan ke port yang tidak digunakan pada host tujuan (hampir semua implementasi pada Unix menggunakan 33434+ TTL pada IP). Dan biasanya port 33434 keatas tidak digunakan (normal) mak host tujuan akan mengirimkan ICMP PORT_UNREACHABLE dan ini memberitahukan traceroute ia telah mencapai host tujuan dan berhenti mengirimkan paket.

    Untuk lebih jelasnya lihat contoh berikut ini :

    diumpamakan anda adalah "source" dan host tujuan "target"

    source:/root # traceroute target

    traceroute to target (134.2.110.94), 30 hops max, 40 byte packets

    Sekarang source mengirim packer ke target dengan port tujuan 33434 dengan TTL 1. Paket melewati "suatu host" dan router akan mengurangi nilai TTL. Karena TTL sekarang 0 (expired) router akan mengirimkan ICMP TIME_EXCEED ke source. Dari informasi yang dikirim traceoute akan mencetak data tentang host pertama yang dilewati paket.

    1 some_host (142.45.23.1) 2.456 ms

    Kemudian paket lain dikirimkan dengan TTL 2 dan port tujuan 33434+1 = 33435.

    2 another_host (142.45.10.1) 3.983 ms

    Paket ketiga dengan TTL 3 alamat port 33436. Dan akhirnya traceroute menerima ICMP PORT_UNREACHABLE dari "target":

    3 target (142.45.10.13) 4.032 ms

    Perlu diketahui bahwa traceroute secara default akan mengirimkan tiga buah paket dengan nilai TTL sama dan port berurutan (mis: 33434, 33435, 33436). traceroute to localhost (127.0.0.1), 30 hops max, 40 byte packets

    1 localhost (127.0.0.1) 0.856 ms 0.722 ms 0.689 ms


    1.2 Strategi dari traceroute-detector
    Mengetahui bagaimana traceroute bekerja sangatlah mudah untuk mendeteksi bila ada paket traceroute yang dikirim ke host kita. Cukup dengan listen() pada port 33435 keatas dan lakukan sesuatu bila menerima paket UDP. Anda bahkan bisa menebak berapa hop jauhnya host yang melakukan traceroute dengan mengurangi port tsb dengan 33434 dan membaginya dengan 3.

    Dengan mendengarkan paket pada port tujuan traceroute, traceroute akan mendapatakan ICMP TIME_EXCEED dan ICMP PORT_UNREACHABLE, dan traceroute akan timeout menunggu replay dari host target. karena itu traceroute tidak akan mengetahui bahwa ia telah mencapai tujuannya dan akan terus mengirimkan paket sampai maksimum hop tercapai.

    dengan program pendeteksi traceroute listen()ing pada port 33434 - 33434*30*3 hasil pada traceroute akan seperti:
    RubiC:/root # traceroute localhost

    traceroute to localhost (127.0.0.1), 30 hops max, 40 byte packets

    1 * * *
    2 * * *
    .
    .
    .
    30 * * *

    1.3 Masalah yang mungkin timbul
    Seseorang mungkin akan memilih base port tidak pada defaultnya atau menggunakan teknik lain. Namun bila cuman user biasa yang melakukan traceroute kemungkinan besar kita dapat mendeteksinya senyum Bila perlu anda dapat melakukan edit pada kernel

    /usr/src/linux/net/ipv4/udp.c

    tambahkan:

    printk(KERN_INFO "UDP: packet sent to unreachable port by %s !\n",

    in_ntoa(daddr));

    sebelum:

    icmp_send(skb,ICMP_DEST_UNREACH, ICMP_PORT_UNREACH, 0, dev);
    ini akan mencatat semua koneksi ke port UDP yang tidak dibuka.

    1.4 Contoh Implementasi
    lihat dibawah ->

    2. Mendeteksi pings
    Ping biasa digunakan untuk meng"crash" suatu host dengan mengirimkan oversize data. Meski bug ini telah diperbaiki namun ping masih sering digunakan untuk memperlambat koneksi seseorang dengan koneksi ke internet melalui dial up modem. Anda tidak bisa mencegah seseorang untuk melakukan ping terhadapa anda (kecuali ISP anda memfilter paket ICMP_ECHO ke host anda). Seperti halnya traceroute anda dapat mendeteksi host yang melakukan ping, dan memutuskan untuk tidak mengirimkan replay (alan mengurangi jumlah data yang lewa modem denganfaktor 2).

    2.1 Bagaimana ping bekerja dan orang melakukan flood ke suatu host ?
    Ping mengirim paket ICMP_ECHO dan beberapa data ke host tujuan, tujuan host akan me-replay dengan paket ICMP_ECHOREPLAY dengan data yang dikirimkan kepadanya. Secara default ping akan menunggu 1 detik sebelum mengirim ICMP_ECHO selanjutnya. Pada beberapa implementasi anda dapat menset priode ini dengan 0 dan melakukan "floodping" dan bila data yang dikirim cukup besar dengan koneksi yang cepat (T1 atau Ethernet) dan terget cuma dengan modem ini akan memperlambat host target atau mungkin halt.

    2.2 Bagaimana kita mendeteksi ping ?
    Anda dapat mengextract data pada paket ICMP_ECHO dan mencatat alamat pengirim paket dan mumutuskan anda akan me-replay atau tidak. Untuk non-floodpings anda dapat mengurangi jumlah paket yang lewat modem anda dengan memilih untuk tidak me-replay (jika seseorang melakukan flood ini tidak akan banyak membantu karena jumlah data yang datang mungkin akan menyebabkan lambatnya koneksi, kecuali yang melakukan flood dengan koneksi yang lambat).

    2.3 Contoh implementasi
    Anda dapat mengedit file /usr/src/linux/net/ipv4/icmp.c dan cari bagian tentang "handle ICMP_ECHO" jika anda bisa C anda dapat dengan mudah melihat ada define "CONFIG_IP_IGNORE_ECHO_REQUESTS". dengan define ini kita dapat mengabaikan semua ICMP_ECHO yang datang dan tidak mereplay-nya. Atau tambahkan:

    printk(KERN_INFO "ICMP: pinged by %s, packetsize = %d \n",in_ntoa(saddr),

    icmp_param.data_len);

    sebelum #endif untuk me-log alamat pengirim.

    Reference

    JASAKOM Information Center
    RubiC

    ----------------------------------------------------------------------------

    Thursday, December 14, 2006

    PHP, Apache and MySQL

    APACHE
    1. HTTP

    HTTP, yang merupakan singkatan dari Hypertext Transfer Protocal adalah protokol application level (dalam OSI seven layer) untuk sistem informasi yang terdistribusi, kolaboratif dan hypermedia. Definisi hypermedia sendiri merujuk pada suatu media yang merupakan kombinasi dari berbagai media lainnya.

    HTTP telah digunakan dalam World Wide Web (web) sejak tahun 1990. Versi pertamanya, HTTP/0.9 adalah protokol 'sederhana' yang memperbolehkan transfer data secara raw melalui internet. HTTP/1.0, yang didefinisikan di RFC (Request For Comment - ) 1945 melengkapinya dengan memperbolehkan pesan yang terkirim dalam format MIME ( Multipurpose Internet Mail Extensions ), yang mengandung meta informasi tentang data yang ditransfer dan pengubahnya. Sesuai dokumentasi IETF, HTTP/1.0 sendiri tidaklah cukup untuk menangani proxy (analogikan proxy dengan pintu keluar masuk koneksi dalam jaringan yang memiliki banyak komputer dengan koneksi internet tunggal ) bertingkat, caching ( tempat penyimpanan sementara, biasanya program akan mencari ke sini terlebih dahulu untuk informasi yang diminta ), kebutuhan untuk koneksi persistem dan virtual host ( host yang secara nyata tidak ada, biasanya hanya merupakan semacam alias ). Hal ini kemudian disempurnakan oleh versi berikutnya dari HTTP, yakni HTTP/1.1 (RFC 2068), yang kita gunakan sekarang.

    HTTP sendiri juga digunakan sebagai protokol umum untuk komunikasi diantara berbagai user agent ( user agent adalah istilah yang digunakan untuk program yang dijalankan di sisi client, seperti web browser misalnya dalam konteks HTTP ) dan proxy/gateway dengan sistem internet lain seperti SMTP (Simple Mail Transfer Protocol - RFC 821 ), NNTP ( Network News Transfer Protocol - RFC 977 ), FTP ( File Transfer Protocol - RFC 959 ), Gopher ( RFC 1436 ) dan WAIS ( Wide Area Information Servers ). Dengan demikian, HTTP mengijinkan akses pada sumber daya yang tersedia pada aplikasi yang berbeda.

    2. HTTP Server

    HTTP Server adalah sebuah server ( program yang melayani koneksi tertentu ) yang melayani koneksi HTTP. Dalam TCP/IP (RFC 1180 membahas tutorial tentang TCP/IP ), secara default, koneksi HTTP dilakukan pada port 80, walaupun kita bisa saja mengubah nilainya. Dengan adanya sebuah HTTP Server, yang mungkin lebih familiar dengan Web server, kita bisa mengakses suatu host melalui web browser seperti Netscape Navigator, Opera, Konqueror dan MS Internet Explorer.

    Kita mengenal beberapa web server, diantaranya Apache ( ), IIS () , iPlanet () dan Zeus () . Menurut survei Netcraft () yang berhasil mengumpulkan 37,585,233 host sampai bulan april 2002, Apache menduduki urutan tertinggi dalam pemakaian web server (21191595, 56,38%, kenaikan 2,62%) disusul oleh Microsoft IIS (12014054, 31,96%, penurunan 2,06%), Zeus (850956, 2,26%, kenaikan 0,02%) dan iPlanet (832474, 2,21%, penurunan 0,12%).
    Maka tidak ada salahnya, kita sedikit membahas tentang instalasi Apache, sebagai sebuah web server open source , mudah dan handal.

    3. Konfigurasi APACHE

    Konfigurasi

    Konfigurasi apache web server dapat dengan mudah dilakukan dengan mengubah nilai dari file konfigurasi tunggalnya, httpd.conf, yang terletak di dalam direktori conf hasil instalasi. Konfigurasi apache diberikan dalam directive-directive.

    Directive

    ServerType
    Tipe web server Apache. Nilai yang diijinkan adalah inetd dan standalone. Inetd hanya bisa dijalankan di sistem operasi keluarga UNIX, seperti halnya Linux. Jika Anda memilih inetd, maka apache akan jalan sebagai salah satu servis dari inetd, sedangkan jika Anda memilih standalone, maka apache web server akan dijalankan sebagai proses mandiri di dalam sistem.

    ServerRoot
    Singkatnya, ini adalah root dari direktori hasil instalasi apache Anda.

    Timeout
    Waktu toleransi untuk menunggu suatu respon dalam satuan detik. Berikanlah nilai yang cukup masuk akal, 150 detik biasanya cukup tolerir.

    StartServers
    Jumlah server (proses) yang akan dijalankan (pertamanya) oleh apache web server. Berikanlah nilai yang masuk akal sesuai dengan sibuknya web server Anda dan kemampuan komputer Anda. Biasanya nilai 5-10 sudah sangat memadai

    MaxClients
    Jumlah client yang melakukan koneksi secara simultan. Jangan memberikan nilai yang terlalu rendah, karena permintaan client bisa-bisa di lock.

    Port
    Anda bisa menjalankan berapapun web server di sistem Anda sesuai dengan konfigurasi dan kemampuan sistem Anda. Tetapi tentunya dalam port yang berbeda. Jika Anda menjalankan apache selain port 80, maka alamat website Anda akan dapat diakses sebagai berikut:
    http://:

    User
    Ini adalah nama user yang akan menjalankan apache. Harap diperhatikan karena ini bisa saja membuka celah keamanan. Sebagai pencegahan, jika Anda menyediakan layanan untuk banyak user, berikan lah layanan hanya kepada user yang benar-benar Anda percayai, karena ada salah satu kelemahan yang berbahaya, yang hanya bisa dilakukan oleh user internal.

    DocumentRoot
    Ini adalah direktori tempat file-file website Anda. Biasanya adalah htdocs.

    UserDir
    Nama direktori di home directory user dimana user meletakkan file-file mereka.

    MySQL

    Penggunaan database server untuk melayani keperluan manipulasi data sudah tidak diragukan lagi. Permasalahan yang mungkin dihadapi adalah mahalnya harga software serta kinerja yang ditawarkan. Tetapi untunglah, kita memiliki MySQL, salah satu database server open source yang menawarkan kinerja yang baik.

    Sampai saat artikel ini ditulis, MySQL telah mencapai versi 3.23.49a.
    MySQL, yang mengklaim dirinya sebagai The World's most popular open source database telah telah digunakan dari pemakai rumahan, server kelas biasa, sampai server-server yang sibuk dan penting seperti Yahoo!Finance. Beberapa waktu yang silam, NASA, yang sebelumnya menggunakan ORACLE (salah satu database server yang besar dan mahal) berpindah ke MySQL.

    Berikut ini adalah beberapa kelebihan yang ditawarkan oleh MySQL, menurut dokumentasi dari http://tantomap.modblog.com/?gourl=http://www.mysql.com:
    - ditulis dengan bahasa pemrograman C dan C++, dengan ujicoba pada berbagai jenis compiler
    - Tidak ada 'memory leak' dan telah diuji dengan Purify, salah satu tool komersial yang menguji hal tersebut.
    - Multiplaform, bisa digunakan di keluarga UNIX, Windows sampai MAC
    - Berbagai API untuk bahasa pemrograman seperti C, C++, Java, Python, PHP, Perl dan Tcl.
    - Bisa menggunakan multi CPU apabila disediakan (tergantung pada kernel sistem operasi)
    - Penggunaan memory yang optimal
    - Tingkat keamanan yang tinggi, karena password di enkrip selama proses autentikasi.
    - Mampu menangani database yang besar, mysql.com mengakui mereka mengetahui pengguna dengan 60.000 table dan 5.000.000.000 baris data. (pada mesin intel 32 bit dengan sistem operasi Linux, MySQL mampu menangani file sebesar 2GB, 4 GB atau bahkan lebih, tergantung pada Linuxnya, bahkan pada Linux pada mesin Alpha, diperkirakan mampu menangani sampai 8 terabytes !!!)
    - Tidak memiliki masalah dengan Y2K karena menggunakan fungsi waktu sistem operasi UNIX. Walau kita tahu bahwa ini memiliki kelemahan ( batas tipe data long untuk menangani jumlah detik dari epoch, 1 januari 1970 00:00), MySQL mengakui pada versi 3.22 ke atas, tipe YEAR bisa menampung dari tahun 1901 sampai 2155

    Di luar semua itu, MySQL juga memiliki beberapa hal yang mungkin akan kedengaran lucu, seperti:
    - MySQL, yang suka diucapkan My Ess Que Ell daripada My sequel, yang kebanyakan diucapkan orang karena berbagai alasan
    - memiliki dua macam lisensi, menuruti aturan GNU GPL ataupun lisensi komersial (sepertinya ini tidak lucu).
    - Misteri penamaan untuk istilah My. Dari pihak MySQL AB, perusahaan yang membawahi MySQL, mereka lebih menyukai penggunaan my daripada My, yang dipopulerkan oleh saudara perempuan Monty, salah satu konseptor utama MySQL. Mereka mengakui, sampai saat inipun hal ini masih menjadi misteri
    - Logo. Logo lumba-lumba yang digunakan ternyata sampai saat artikel ini ditulis masih belum memiliki nama. Mereka mengadakan kontes untuk memilih nama bagi lumba-lumba ini.

    PHP

    PHP yang merupakan singkatan dari PHP: Hypertext Preprocessor dan beralamat di adalah salah satu web scripting yang sangat populer. Diciptakan pertama kali oleh Rasmus Lerdorf pada musim gugur tahun 1994. Cerita dimulai oleh rasmus untuk melihat siapa yang telah mengakses resumenya di website. Digunakan pertama kali oleh orang lain pada tahun 1995, yang kemudian dikenal sebagai Personal Home Page tools, dan masih dalam parser yang sangat sederhana. Pada pertengahan 1995, rasmus menulis kembali parser, yang pada akhirnya dikenal dengan nama PHP/FI versi 2. Istilah FI di dapat dari paket lain yang ditulis oleh rasmus yang digunakan untuk menerjemahkan form html (FI=Form Interpreter). PHP/FI versi 2 mendukung koneksi database mSQL. PHP/FI kemudian menarik perhatian banyak orang, dan dukungan dari seluruh dunia pun berdatangan.

    Tuesday, November 28, 2006

    Pengenalan Konsep XML Web Services

    Apa itu XML Web Services ?
    Dalam pengertian yang sederhana , XML Web Services dapat di definisikan sebagai aplikasi yang diakses oleh aplikasi yang lain. Mungkin orang berpendapat itu semacam web site, tetapi itu bukan demikian. Ada perbedaan – perbedaan yang membedakan dengan web site.

    Perbedaan tersebut dapat dilihat dibawah ini

    WEB SITE
    1. Memiliki web interface
    2. Dibuat untuk ber interaksi langsung dengan user
    3. Dibuat untuk bekerja pada web browser.

    WEB SERVICES
    1. Tidak memiliki interface yang bagus
    2. Dibuat untuk ber interaksi langsung dengan applikasi yang lain baik beda OS / Konsep sekalipun.
    3. Dibuat untuk bekerja pada semua tipe client applikasi / perangkat device

    Sesuai dengan namanya, XML Web Service menyimpan datanya dalam format XML dan karenanya menjadi multi platform dalam hal accessibilitynya. Bagi anda yang telah mengenal pemrograman dengan VB6, Delphi, Java, atau bahasa lain maka anda telah mengenal adanya berbagai library yang didalamnya terdapat berbagai function, property, dan event untuk memudahkan pembuatan aplikasi. Web Service dapat disamakan dengan library tersebut tetapi tidak memerlukan registrasi khusus ke dalam sistem operasi yang menyimpannya. Web Service tersimpan di Web Server sehingga dapat diakses oleh berbagai bahasa pemrograman dengan lebih mudah baik dalam lingkungan LAN maupun Internet.

    Sistem Web Service ini diharapkan meningkatkan kolaborasi antar pemrogram dan perusahaan, yang memungkinkan sebuah fungsi di dalam Web Service dapat dipinjam oleh aplikasi lain tanpa perlu mengetahui detil pemrograman yang terdapat di dalamnya.


    Untuk kondisi sekarang , web services cocok untuk menyelesaikan masalah pada system bisnis konsep lama ke system bisnis ter Intergrasi. Sehingga dengan 1 model konsep bisnis dapat di akses dan dipergunakann macam-macam aplikasi dan device. Ini semua bekerja dengan beberapa protocol standart yang sudah ada diantaraya :

    • XML
    • WSDL
    • SOAP
    • UDDI

    Kapan Kita Gunakan Web Services ?
    Web Services itu digunakan saat kita akan mentransformasi sebuat bisnis logik / sebuah class dan object yang terpisah dalam 1 ruang lingkup yang menjadi satu, sehingga tingkat keamanan dan security dapat di tangani dengan baik.

    Selain itu Web Service juga lebih mudah dalam process deploymentnya, karena tidak memerlukan registrasi khusus ke dalam sistem operasi. Web Service cukup diupload ke Web Server dan siap diakses oleh pihak-pihak yang telah diberikan otorisasi.

    Web Service berjalan di port 80 yang merupakan protokol standar HTTP, dengan demikian mengurangi resiko terblokir oleh firewall. Kendala arsitektur COM/DCOM adalah memerlukan konfigurasi khusus di sisi firewall, dan ini tidak perlu dilakukan untuk mengakses Web Service.

    Beberapa vendor luar negeri mulai berkolaborasi satu sama lain dengan konsep web services , diantaranya : IBM , Microsoft , SUN , ORACLE

    Diantaranya contoh web services yang sudah jadi dan dipakai adalah web services keluaran Microsoft ( Microsoft Passport ) – web services untuk user name dan password yang sudah dipasang di web site Microsoft dan HOTMAIL

    Sumber Referensi
    http://ilmukomputer.com
    Roy Daniel royd@bercacakra.com roy_daniel91@yahoo.com
    1. Http://msdn.microsoft.com
    2. http://gotdotnet.com
    3. http://aspalliance.com
    4. http://www.dotnetjunkies.com

    Wednesday, September 20, 2006

    TIPS DAN TRIK DALAM MENDISAIN WEB

    Sering kita temui website yang tipikal: "Welcome to my homepage," animasi e-mail, background dengan tulisan miring (diagonal), animasi garis pembatas, tabel dengan border tiga-dimesi dan lain-lain. Hal ini terjadi akibat dari fasilitas Template yang disediakan oleh software pembuat web seperti: FrontpageT, Corel WebDesignerT, dan sebagainya yang ditujukan untuk mempermudah penggunanya dalam membangun website.

    Jika anda puas dengan hasil kerja anda membangun website dengan fasilitas template, sudahlah cukup sampai disini. Tetapi jika anda tidak puas dengan apa yang anda buat, dan anda merasa ingin lebih baik, maka anda perlu mengetahui bagaimana Web Designer membangun suatu Website, terlepas anda punya bakat seni atau tidak.

    Unik : Dalam membuat karya apapun seorang designer mempunyai kesadaran untuk tidak meniru atau menggunakan karya orang lain. Begitu pula seorang Web Designer harus mempunyai budaya malu untuk menggunakan icon, animasi, button, dll, yang telah digunakan atau dibuat oleh orang lain.

    Komposisi : Seorang Web Designer selalu memperhatikan komposisi warna yang akan digunakan dalam website yang dibuatnya. Pergunakan selalu Palette 216 WebColor, yang dapat diperoleh dari Adobe.com, hal ini untuk mencegah terjadinya dither pada image yang berformat GIF. Dalam membangun website suatu perusahaan, Web Designer selalu menyesuaikan warna yang digunakan dengan Corporate Color perusahaan tersebut. Sebagai contoh: Telkom Corporate Color-nya adalah biru, Coca-Cola : merah dan putih, Standard-Chartered : hijau dan biru, dsb. Untuk kemudian warna-warna tadi digunakan sebagai warna dominan atau sebagai elemen pendukung (garis, background, button, dsb).
    Simple : Web Designer banyak yang menggunakan prinsip "Keep it Simple", hal ini ditujukan agar tampilan website tersebut terlihat rapi, bersih dan juga informatif.
    Semiotik : Semiotika adalah ilmu yang mempelajari tentang tanda-tanda. Dalam hal ini diharapkan dengan melihat tanda atau gambar, user/ audience dapat dengan mudah dan cepat mengerti. Sebagai contoh: Jangan membuat gambar/image yang berkesan tombol, padahal itu bukan tombol/ link.
    Ergonomis : Web Designer selalu memperhatikan aspek ergonomi. Ergonomi disini adalah dalam hal kenyamanan user dalam membaca dan kecepatan user dalam menelusuri website tersebut. Web Designer memilih ukuran Fonts yang tepat sehingga mudah dibaca, Web Designer menempatkan link sedemikian rupa sehingga mudah dan cepat untuk di akses dan lebih penting lagi adalah Informatif.
    Fokus : Tentukan hirarki prioritas dari pesan yang akan disampaikan, misalnya: Judul harus besar, tetapi jangan sampai akhirnya akan konflik dengan subjudul yang berukuran hampir sama. Hal ini akan membingungkan user/audience untuk menentukan pesan mana yang harus lebih dahulu dibaca/ dilihat.
    Konsisten : Tentukan font apa yang akan digunakan sebagai Body-text, Judul, Sub Judul dan sebagainya, sehingga website tersebut akan terlihat disiplin dan rapi. Sesuaikan jenis huruf yang digunakan dengan misi dan visi website tersebut, misalnya: hindari menggunakan font Comic dalam membangun website suatu perusahaan resmi.
    Demikian beberapa aspek dan prinsip yang digunakan Web Designer dalam membuat website, selebihnya merupakan ekspresi dari pembuat website itu sendiri yang terwujud dalam penggayaan penyusunan website.

    Software-software pembuat suatu website

    Desain : Untuk membuat desain suatu homepage biasanya para web designer dimulai dengan software ini sebagai tampilan sementara atau dalam membuat layout homepage.

    Adobe Photoshop : Desain berbasis titik ( bitmap )
    Adobe Image Ready : Memotong gambar-gambar ke dalam format html
    Adobe Illustrator : Desain berbasis vector
    CorelDraw : Desain berbasis vector
    Macromedia Freehand : Desain berbasis vector
    Efek Desain : Hal ini dilakukan untuk menghidupkan desain yang telah kita rancang. Seperti menambah efek cahaya, textur dan manipulasi teks.

    Macromedia Firework : Efek teks
    Painter : Memberikan efek lukisan
    Ulead Photo Impact : Efek frame dan merancangan icon yang cantik.
    Plugins Photoshop : Seperti Andromeda, Alien Skin, Eye Candy, Kai's Power Tool dan Xenofex juga sangat mendukung untuk memberi efek desain sewaktu anda mendesain layout homepage di Photoshop.
    Animasi : Penambahan animasi perlu untuk membuat homepage agar kelihatan menarik dan hidup.

    3D Studio Max : Untuk membuat objek dan animasi 3D.
    Gif Construction Set : Membuat animasi file gif
    Macromedia Flash : Menampilkan animasi berbasis vector yang berukuran kecil.
    Microsoft Gif Animator : Membuat animasi file gif
    Swift 3D : Merancang animasi 3D dengan format file FLASH.
    Swish : Membuat berbagai macam efek text dengan format file FLASH.
    Ulead Cool 3D : Membuat animasi efek text 3D.
    Web Editor : Menyatukan keseluruhan gambar dan tata letak desain, animasi, mengisi halaman web dengan teks dan sedikit bahasa script.

    Alaire Homesite
    Cold Fusion
    Microsoft Frontpage
    Macromedia Dreamweaver
    Net Object Fusion
    Programming : Hal ini dilakukan setelah sebagian besar desain homepage telah rampung. Programming bertugas sebagai akses database, form isian dan membuat web lebih interaktif. Contoh : Membuat guestbook, Form isian, Forum, Chatting, Portal, Lelang dan Iklanbaris.

    ASP ( Active Server Page )
    Borland Delphy
    CGI ( Common Gateway Interface )
    PHP
    Perl
    Upload : File html kita perlu di letakkan ( upload ) di suatu tempat ( hosting ) agar orang di seluruh dunia dapat melihat homepage kita.

    Bullet FTP
    Cute FTP
    WS-FTP
    Macromedia Dreamweaver : dengan fasilitas Site FTP
    Microsoft Frontpage : dengan fasilitas Publish
    Sound Editor : Homepage kita belum hidup tanpa musik. Untuk mengedit file midi atau wav, perlu alat khusus untuk itu.

    Sound Forge : Mengedit dan menambah efek file yang berformat mp3 dan wav.
    Cakewalk : Mengedit dan menambah efek untuk file yang berformat midi
    Banyak sekali memang software untuk membuat suatu homepage dan kita tidak perlu mempelajari semua software tersebut di atas. Tapi untuk mempermudah, bagi pemula lebih baik dimulai terlebih dulu dengan mempelajari software Microsoft Frontpage atau Macromedia Dreamweaver agar lebih mengenal aturan-aturan membuat homepage dan mengenal bahasa html. Setelah itu baru Adobe Photoshop yang dipakai kebanyakan para desainer.

    Langkah-langkah Membuat Homepage

    Bermacam-macam langkah yang digunakan profesi web kita untuk membuat suatu homepage. Berikut ini adalah proses secara umum yang dilakukan kebanyakan profesi web di Indonesia untuk membuat web.

    Membuat Sketsa Desain : Desainer bisa saja menuangkan ide dalam membuat interface suatu homepage dalam bentuk sketsa di kertas dahulu. Untuk kebanyakan orang, biasanya langkah ini dilewatkan dan langsung pada langkah membuat layout desain dengan menggunakan software.
    Membuat Layout Desain : Setelah sketsa sudah jadi, kita menggunakan software seperti Adobe Photoshop, Adobe Illustrator, Macromedia Fireworks dan Macromedia Freehand untuk memperhalus sketsa desain.
    Membagi gambar menjadi potongan kecil-kecil : Setelah layout desain homepage sudah jadi. File gambarb tersebut dipecah menjadi potongan kecil-kecil untuk mengoptimize waktu download. Untuk melakukan hal tersebut dapat menggunakan software Adobe Image Ready. Software ini dapat langsung memotong gambar yang besar tadi dan otomatis juga menjadikannya ke dalam format html. Langkah ini bisa saja dilewatkan bila ukuran gambar kita tidak terlalu besar.
    Membuat Animasi : Animasi diperlukan untuk menghidupkan homepage kita agar menarik pengunjung. Macromedia Flash dan Gif Construction Set dapat dipakai untuk melakukan hal tersebut.
    Membuat HTML : Setelah itu kita merapikan layout desain kita seperti menempatkan beberapa tombol dan gambar, menambah text, mengedit script HTML, membuat layout form ke dalam format HTML. Untuk itu kita perlu software HTML Editor seperti Macromedia Dreamweaver, Microsoft Frontpage dan Allaire Homesite.
    Programming dan Script : Untuk website e-commerce, iklan baris, lelang, database, membuat guestbook, counter dan forum diskusi. File HTML kita perlu programming untuk melakukan aktivitas semacam itu. Programming dan script ini bisa dibuat dengan menggunakan ASP, Borland Delphy, CGI, PHP, Visual Basic. Dan perlu diperhatikan bahwa programming dan script ini biasanya dilakukan setelah desain homepage kita telah jadi.
    Upload HTML : Setelah file kita telah menjadi html beserta gambar dan scriptnya. Kita perlu meng-upload file kita ke suatu tempat ( hosting ), agar semua orang di dunia dapat mengakses halaman html kita. Biasanya Macromedia Dreamweaver dengan fasilitas site FTP dan Microsoft Frontpage dengan Publishnya telah menyediakan fasilitas upload ini. Atau dapat menggunakan software seperti WS-FTP, Cute FTP, Bullet FTP.
    Homepage Pribadi : Untuk homepage pribadi atau yang sekedar ingin coba-coba biasanya setelah file html sudah jadi dapat hosting di tempat-tempat gratis, memakai guestbook dan counter gratis dan menambah macam-macam accesories dalam mempercantik homepage pribadi tersebut.
    SELAMAT MENCOBA

    About Us | Site Map | Privacy Policy | Contact Us | copyright©2007 by IRV27.blogspot.com/kakarian/